Mahmudin Naik Patas
Published on Selasa, 06 Desember 2011
05.09 //
keseharian,
patas
Kondektur: “Mas, tolong rokoknya dimatiin. Ini AC, Mas. Itu juga ada tanda dilarang merokok”
Mahmudin: “Mas, ini bus sampeyan?”
Kondektur: “Mas, kalo pengen merokok jangan naik bus ini. Hormati yang lain dong”
Mahmudin: “Kan saya dapat paling belakang. Dibokongi semua penumpang”
Kondektur: “Mas, ini bus patas AC bukan ekonomi, punya aturan sendiri. Di bus ini gak boleh merokok, Mas”
Mahmudin: “Kenapa bisa begitu?”
Kondektur: “Kalau sampeyan nggak mau ikut aturan! turun sekarang juga!”
Mahmudin diam mendengar ancaman sang kondektur yang mempunyai kumis lebat. Rupanya dia nurut, tapi dia nggerundel, “Kemarin bayar murah boleh merokok. Ini bayar lebih mahal malah nggak boleh merokok. Aneh! Gak usah naik bus ini lagi”
sumber: kompasiana.com
Mahmudin: “Mas, ini bus sampeyan?”
Kondektur: “Mas, kalo pengen merokok jangan naik bus ini. Hormati yang lain dong”
Mahmudin: “Kan saya dapat paling belakang. Dibokongi semua penumpang”
Kondektur: “Mas, ini bus patas AC bukan ekonomi, punya aturan sendiri. Di bus ini gak boleh merokok, Mas”
Mahmudin: “Kenapa bisa begitu?”
Kondektur: “Kalau sampeyan nggak mau ikut aturan! turun sekarang juga!”
Mahmudin diam mendengar ancaman sang kondektur yang mempunyai kumis lebat. Rupanya dia nurut, tapi dia nggerundel, “Kemarin bayar murah boleh merokok. Ini bayar lebih mahal malah nggak boleh merokok. Aneh! Gak usah naik bus ini lagi”
sumber: kompasiana.com












0 komentar